Friday, October 29, 2004
- Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
- Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
- Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
- Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
- Setelah selesai engkaupun selalu menciumku mesra
- Sekarang engkau telah dewasa...
- Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
- Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
- Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
- Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
- Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang- kala engkau lupa dimana kau simpannya
- Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
- Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
- Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syaitan
- Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
- Di atas almari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
- Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
- Malam harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
- Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca surat khabar pagi atau nonton berita TV
- Waktu lapang..e ngkau sempatkan membaca buku karangan manusia
- Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
- Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...
- Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Bismillah)
- Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati muzik duniawi
- Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci keretamu
- Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stesyen radio kegemaranmu
- Aku tahu kalau itu bukan Stesyen Radio yang sentiasa melantunkan ayatku
- Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
- Di Komputermu pun kau putar muzik kegemaran
- Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
- E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
- Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
- Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
- Bila malam tiba engkau tahan mengadap berjam-jam di depan TV
- Menonton pertandingan Liga Italia , muzik atau Filem dan Gusti
- Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
- Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
- Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam almari
- Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
- Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
- Itupun hanya beberapa lembar dariku
- Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
- Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
- Apakah surat khabar, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?
- Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya?
- Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
- Sekarang engkau begitu mudah membuang waktumu...
- Setiap saat berlalu... kuranglah sudah umurmu...
- Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
- Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
- Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
- Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
- Di kuburmu nanti.... Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
- Yang akan membantu engkau membela diri, bukan surat khabar yang engkau baca yang akan membantumu
- Dari perjalanan di alam akhirat, tapi Akulah "Al- Qur'an" kitab sucimu
- Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
- Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
- Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
- Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui
- Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
- Keluarkanlah segera aku dari almari atau lacimu...
- Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci keretamu
- Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
- Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
- Sentuhilah aku kembali...
- Baca dan pelajari lagi aku....
- Setiap datangnya pagi dan malam hari
- Seperti dulu.... dulu sekali...
- Waktu engkau masih kecil, tidak tahu apa- apa dan tidak mengerti...
- Di surau kecil kampungmu yang damai
- Jangan aku engkau biarkan sendiri....
- Dalam bisu dan sepi....
- Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana
Posted at 02:23 am by hairi
Permalink
Thursday, October 28, 2004
Muslim Bertaqwa Peneraju Ummah
Sifat ketaqwaan itu umpama benteng yang dapat menghalang seorang itu daripada melakukan segala yg dilarang Allah SWT sama ada dosa kecil mahupun dosa yang besar. Muslim bertaqwa ialah yang takut pada Allah, beramal dengan apa yang diperintah, meninggalkan apa yang dilarang, redha dengan yang sedikit dan bersedia menghadapi hari kematian.
Firman Allah SWT: “Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya di antara kamu (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya)” (Al-Hujurat:13)
Ketaqwaan juga dapat menimbulkan rasa ghairah untuk sentiasa menunaikan perintah Allah, malah terasa nikmat dan bahagia setiap kali melakukan ibadah ikhlas keranaNya. Sesiapa yang meninggalkan perbuatan dosa, maka lembutlah hatinya. Sesiapa yang menjauhi perkara yang haram dan mendekati perkara yang halal, jernihlah fikirannya. Siapa yang buat dosa sambil ketawa, Allah lemparkannya ke neraka dlm keadaan menangis. Sesiapa yang taati Allah sambil menangis akan dimasuk ke syurga dalam keadaan ketawa.
Muslim yang beragama dan berilmu tetapi tidak pula berakhlak, tidak ada kesabaran serta tidak dapat mengawal hawa nafsunya akan jauh daripada keredhaan Allah SWT. Beruntunglah muslim yang menjadikan akalnya sebagai pemimpin dan nafsunya sebagai tawanan. Rugilah pula bagi muslim yang menjadikan nafsu sebagai pemimpin dan akalnya sebagai tawanan.
Muslim yang baik ialah yang melakukan kebaikan kepada orang yang berbuat baik kepadanya, juga melakukan kebaikan kepada orang yang berbuat jahat kepadanya dengan menasihatinya. Sesiapa yang takut pada Allah tidak akan takut sesama manusia, malah akan dihormati. Sesiapa yang tidak takutkan Allah akan takut sesama manusia dan tidak akan digeruni.
Tiga perkara yang meninggikan darjat muslim ialah: Menyebarkan ucapan salam, suka memberi makan atau bersedekah dan melakukan solat malam ketika orang lain sedang tidur. Tiga perkara yang bakal membinasakan seorang muslim pula ialah terlalu bakhil, rasa takjub atau hairan dengan kehebatan diri sendiri serta mengikut telunjuk hawa nafsu.
Berusahalah mencapai taqwa yang hakiki kerana Allah tidak memandang kepada rupa paras dan harta benda melainkan nilai kepatuhan dan ketaqwaan yang tinggi dalam mengimplikasikan syariatNya.
Posted at 03:25 am by hairi
Permalink
Tanda tanda Lailatul Qadar
Lailatul Qadar merupakan satu malam yang mempunyai kelebihan lebih seribu bulan yang lain. Ini dapat kita lihat daripada apa yang telah dinukilkan oleh Allah di dalam al-Quran dalam surah al-Qadar. Begitu juga dengan apa yang telah diberitahukan oleh Rasulullah S.A.W dalam beberapa hadis yang sohih. Kita disuruh untuk menghidupkan malam lailatul qadar dan tidak membiarkannya berlalu begitu saja. Rasulullah S.A.W telah bersabda dalam hadis muttafaq 'alaih daripada Abu Hurairah yang artinya : Sesiapa yang menghidupkan malam lailatul qadar penuh keimanan dan keikhlasan akan diampun baginya dosa yang telah lalu.
Menurut imam Fakhrurrazi bahwa Allah menyembunyikan malam lailatul qadar dari pengetahuan kita sebagaimana Dia menyembunyikan segala sesuatu yang lain. Dia menyembunyikan keredhaanNya pada setiap ketaatan sehingga timbul dalam diri kita keinginan untuk melakukan semua ketaatan atau ibadat itu.
Begitu juga Dia menyembunyikan kemurkaanNya pada setiap perkara maksiat agar kita berhati-hati dan menjauhi segala maksiat dan tidak memilih antara dosa besar dan kecil untuk melakukannya kerana dosa kecil jika terus dilakukan secara berterusan akan menjadi dosa besar jika kita tidak bertaubat dan berusaha meninggalkannya. Dia menyembunyikan wali-waliNya agar manusia tidak terlalu bergantung kepada mereka dalam berdoa sebaliknya berusaha sendiri dengan penuh keikhlasan dalam berdoa untuk mendapatkan sesuatu daripadaNya kerana Allah menerima segala doa orang yang bersungguh-sungguh dan tidak mudah berputus asa. Dia menyembunyikan masa mustajab doa pada hari Jumaat supaya kita berusaha sepanjang harinya. Begitulah juga Allah menyembunyikan penerimaan taubat dan amalan yang telah dilakukan supaya kita sentiasa istiqamah dan ikhlas dalam beramal dan sentiasa bersegera dalam bertaubat.
Demikianlah juga dengan penyembunyian malam lailatul qadar agar kita membesarkan dan menghidupkan keseluruhan malam Ramadhan dalam mendekatkan diri kepadaNya bukan hanya sekadar menunggu malam lailatu qadar sahaja untuk beribadat dan berdoa. Tetapi inilah penyakit besar yang menimpa umat Islam yang menyebabkan malam-malam Ramadhan lesu kerana mereka hanya menanti malam yang dianggap malam lailatul qadar sahaja untuk beribadat. Kerana mengejar kelebihan lailatul qadar yang mana kita tidak mengetahui masanya yang tertentu menyebabkan kita terlepas dengan kelebihan Ramadhan itu sendiri yang hanya datang setahun sekali.
Antara tanda-tanda dalam mengetahui malam lailatul qadar adalah berdasarkan beberapa hadis di bawah :
1. Abi Ibnu Ka'ab telah meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda mengenai lailatul qadar yang artinya : Sesungguhnya matahari yang keluar pada hari itu tidak begitu bercahaya (suram). - Hadis riwayat imam Muslim dalam kitab puasa -
2. Telah diriwayatkan daripada Nabi S.A.W bahawa baginda telah bersabda yang artinya : Sesungguhnya tanda-tanda lailatul qadar, bahawa malamnya bersih suci seolah-olah padanya bulan yang bersinar, tenang sunyi, tidak sejuk padanya dan tidak panas, tiada ruang bagi bintang untuk timbul sehingga subuh, dan sesungguhnya tanda-tandanya matahari pada paginya terbit sama tiada baginya cahaya seperti bulan malam purnama tidak membenarkan untuk syaitan keluar bersamanya pada hari itu. - Hadis riwayat imam Ahmad dengan isnad jayyid daripada Ibadah bin As-Somit -
3. Dalam Mu'jam At-Tobarani Al-Kabir daripada Waailah bin Al-Asqa' daripada Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Malam lailatul qadar bersih, tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan padanya, tidak hujan, tidak ada angin, tidak bersinar bintang dan daripada alamat siangnya terbit matahari dan tiada cahaya padanya(suram).
4. Telah meriwayat Al-Barraz dalam musnadnya daripada Ibn Abbas bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Malam lailatul Qadar bersih tidak panas dan tidak pula sejuk.
Qadhi 'Iyad telah mengatakan ada dua pendapat mengenai matahari yang terbit tanpa cahaya iaitu:
1) Ia merupakan tanda penciptaan Allah SWT.
2) Menunjukkan bahawa kerana terlalu banyak para malaikat yang berzikir kepada Allah pada malamnya dan mereka turun ke bumi yang menyebabkan sayap-sayap dan tubuh mereka yang halus menutupi dan menghalangi matahari dan cahayanya.
Daripada hadis-hadis di atas bolehlah kita buat kesimpulan bahawa antara tanda-tanda lailatul qadar ialah :
a. Pada malamnya keadaan bersih dengan cuaca tidak sejuk dan tidak pula panas.
b. Malamnya tenang yang mana terang dan angin tidak bertiup sebagaimana biasa dan awan agak nipis.
c. Malamnya tidak turun hujan dan bintang pula tidak bercahaya seolah-olah tidak timbul.
d. Pada siangnya pula matahari terbit dalam keadaan suram.
Posted at 02:33 am by hairi